Kabupaten Sukabumi berada di sebelah selatan Jakarta, berbatasan dengan Kabupaten Bogor di utara, Kabupaten Cianjur di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Lebak di barat. Di daerah berhawa sejuk ini banyak ditemukan peternakan rakyat dan karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari Ibu kota ini sekarang sukabumi di kenal sebagai supplier ayam potong di Jakarta.
Menurut data Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi terdapat 482 lokasi ternak unggas yang tersebar di 47 kecamatan. “Setiap harinya kami memasok 120 ribu ekor ayam ke Jabodetabek untuk kebutuhan pasar dan warga di daerah tersebut, sehingga Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu daerah pemasok terbesar,” kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Asep Sugianto, kepada ANTARA.
Dengan dipasoknya ratusan ribu ayam ke Jakarta menandakan bahwa Kabupaten Sukabumi sudah surplus akan kebutuhan daging ayam walaupun untuk waktu waktu tertentu seperti datangnya bulan puasa dan lebaran kelangkaan bisa terjadi dan harga jual daging ayam naik tapi itu lebih disebabkan karena kebutuhan masyarakat yang meningkat dan merata hampir disetiap daerah.
Jika anda mencari supplier ayam potong di Jakarta segera hubungi kami di
Tampilkan postingan dengan label Info Pasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Pasar. Tampilkan semua postingan
Minggu, 10 November 2013
Rabu, 18 September 2013
Akibat Rupiah Melemah, Harga Jual Daging Ayam Menjadi Naik
Pakan ayam yang banyak diproduksi oleh pabrik pakan ternak ayam ternyata masih menggunakan bahan baku impor seperti konsentrat, bungkil kedelai, jagung, premix dan vitamin. Walaupun bahan baku tersebut bisa diperoleh di pasar lokal namun ketersediannnya tidak mencukupi kebutuhan pabrik pakan ternak, bahkan banyak pabrik pakan yang lebih memilih bahan baku import. Karena itu ketika dolar naik maka otomatis harga bahan baku ikut naik sehingga harga pakan ternak ikut naik.
Kenaikan harga pakan ternak sangat memberatkan para peternak ayam di daerah. Jumadi, seorang peternak ayam di Leuwiliang Bogor membenarkan bahwa kenaikan harga pakan ternak mencapai Rp. 5.000 per kuintalnya sehingga menyebabkan naiknya harga jual daging ayam. “Modal yang saya keluarkan untuk membeli pakan menjadi bertambah besar,” ujar Jumadi.
Seperti efek domino kenaikan harga daging ayam ini sampai ke hilir juga termasuk ke para pedagang di pasar-pasar tradisional. Mereka khawatir hal ini akan menyebabkan keuntungan mereka semakin menipis karena dengan naiknya harga akan menekan daya beli konsumen sehingga jumlah ayam yang terjual pun jadi sedikit.
“Setiap hari saya biasa jual 34.000/kg tapi kalau dari agen harganya sudah naik terpaksa saya juga harus menaikan harga jual,” kata Wawan, seorang pedagang ayam di pasar tradisional Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Ia juga mengaku tidak mengetahui penyebab harga daging ayam ras di pasaran melonjak. "Kami tidak tahu mengapa harganya bisa tinggi," tandasnya. Yang ia tahu harga sudah naik duluan ketika mengambil barang dari supplier daging ayam.
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)